Jika isteri ataupun pasangan menunjukkan sikap-sikap seperti di bawah ini, itu membuktikan bahawa cintanya terhadap kita sungguh mendalam :
Ø Isteri mencintai kita dengan sesungguhnya biasanya perasaannya tetap dan stabil terhadap suaminya. Suami tidak akan menemui sikap isteri pada minggu ini atau bulan ini sangat menyintai sedangkan pada masa yang lain, ia berubah. Ia tidak menuntut sesuatu kepada suami baik tentang gaya dan sebagainya.
Ø Pasangan yang bercinta iaitu suami dan isteri saling memberi perhatian khusus antara sesamanya. Selalu berbincang, humor serta selalu membuat sikap-sikap yang lucu. Suami isteri selalu saling mendorong untuk menjaga badan dan kesihatan.
Ø Suami isteri yang betul-betul saling mencintai akan menunjuk kan cintanya dengan tingkah laku yang lemah lembut setiap hari Membantu menyiapkan pekerjaan peribadi dan rumahtangga secara bersama.
Ø Pasangan suami isteri yang sedang mencurahkan cinta dan kasih sayang, mereka selalu mengucapkan sesuatu tentang cinta, seperti sayang atau I love you ataupun memanggil sesamanya nama kesayangan.
Ø Jika seseorang isteri betul-betul cinta terhadap suaminya, ia tidak akan melukai atau menyakiti hati suaminya. Ia juga tidak mengungkapkan kata-kata yang menyinggung perasaan suaminya seperti "Kamu tidak pandai mengurus badan." atau "Kamu terlalu gemuk atau kurus." serta ungkapan-ungkapan lain.
Ø Pasangan yang saling mencintai, apakah isteri sangat menyintai suami atau sebaliknya, akan selalu memberikan pujian yang sesuai baik dalam bentuk kata-kata maupun perbuatan.
Ø Suami isteri akan berhubungan dan berbicara secara baik, dengan wajah yang berseri-seri dan sikap yang menyenangkan. Misalnya suami memeluk isteri sambil berjalan kaki ketika bersiar-siar kemudian pelukan itu disambut baik oleh isteri.
Ø Setiap keberhasilan dan kejayaan selalunya mereka rasakan dan nikmati bersama. Misalnya diungkapkan dengan menepuk bahu isteri sambil memeluk dan menciumnya sebagai hadiah kejayaan.
Ø Seorang pencinta biasanya seorang pendengar yang baik. Dia tidak akan berbicara sebelum pasangannya habis berbicara. Dia tidak akan memotong setiap perbicaraan suaminya. Ia baru akan berbicara bila diminta untuk memberi cadangan.
Ø Suami isteri sanggup menerima kekurangan-kekurangan di antara mereka. Isteri yang sangat menyintai suaminya sanggup menerima hakikat keperibadiannya serta cara percakapan suaminya. Ia tidak sekadar menyintai suaminya lantaran suami pandai mencari harta dan wang.
Ø Orang yang saling menyintai tidak akan berahsia antara sesama mereka. Tetapi selalu membahagikan rasa suka dan duka untuk diselesaikan bersama.
Ø Pasangan yang bercinta sedar perkara-perkara yang dapat merunsingkan perasaan pasangannya. Mereka mengerti perasaan masing-masing. Misalnya isteri sedar jika menyampaikan masalah rumahtangga ketika suami sedang letih akan menimbulkan kemarahan suami.
Tuesday, April 14, 2009
Tuesday, April 7, 2009
25 Cara Berbicara dengan Anak Agar Mereka Mau Mendengar
Bagian penting dari DISIPLIN adalah belajar bagaimana berbicara dengan anak-anak. Cara Anda berbicara dengan anak Anda menentukan cara dia belajar berbicara dengan orang lain.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk masalah ini:
1. Connect before you direct
Sebelum memberikan arahan kepada anak Anda, jongkoklah setinggi level mata anak Anda dan tatap matanya untuk mendapatkan perhatiannya. Ajarlah dia bagaimana untuk fokus: 'Mary, saya butuh perhatianmu', 'Billy, saya butuh kamu mendengarkan ini'. Berikan 'bahasa tubuh' yang sama saat mendengarkan mereka. Pastikan kontak mata Anda tidak terlalu intens sehingga anak Anda menganggap pandangan mata itu sebagai cara 'berkomunikasi' bukan 'mengontrol'.
2. Address the child
Awali permintaan Anda dengan menyebutkan nama anak Anda, Lauren, bisa tolong ...
3. Stay brief
Gunakan aturan 'satu kalimat': letakkan kata arahan di permulaan kalimat. Semakin lama Anda bertele-tele, anak Anda semakin berperi laku 'tuli' dengan isi kata-kata Anda. Terlalu banyak bicara adalah kesalahan paling umum terjadi saat berdialog tentang suatu masalah. Kondisi seperti ini membuat anak Anda merasa bahwa Anda sendiri tidak terlalu yakin dengan apa yang ingin Anda sampaikan. Dan ia akan beranggapan bahwa semakin ia membuat Anda terus bicara, semakin mudah membuat Anda menyimpang dari pokok masalah sebenarnya.
4. Stay simple
Gunakan kalimat-kalimat pendek dengan kata-kata yang mengandung 1 suku kata. Cobalah dengarkan bagaimana anak-anak berkomunikasi dengan teman sebayanya dan cermatilah caranya. Bila anak Anda sudah memperlihatkan pandangan yang menunjukkan bahwa ia sedang tidak berminat, itu artinya kata-kata Anda tidak lagi dimengerti olehnya.
5. Ask your child to repeat the request back to you
Jika ia tidak dapat mengulanginya, mungkin kata-kata Anda terlalu panjang atau terlalu rumit.
6. Make an offer the child can't refuse Anda dapat memberikan alasan kepada seorang anak usia 2 atau 3 tahun, khususnya untuk menghindari 'unjuk kekuatan' antara Anda dengannya, misalnya: 'Cepat berpakaian supaya kamu bisa main di luar'. Berikan sebuah alasan untuk permintaan Anda yang memang untuk 'keuntungan' sang anak dan juga 'sulit untuk ditolak' dia. Kondisi ini akan membuatnya tidak mencoba 'unjuk kekuatan' dan mau melakukan apa yang kita inginkan.
7. Be positive
Daripada mengatakan 'Jangan lari-lari!', cobalah dengan: 'Di dalam rumah kita berjalan, di luar rumah kamu boleh berlari'.
8. Begin your directives with I want.
Daripada mengatakan 'Turun!', cobalah dengan: Saya ingin kamu turun'. Daripada, 'Sekarang giliran Becky', cobalah dengan: 'Saya ingin kamu beri giliran buat Becky'. Metode seperti ini berhasil baik untuk anak-anak yang ingin bersikap baik tapi tidak suka 'diperintah'. Dengan mengucapkan, 'Saya ingin,' Anda memberinya alasan untuk 'rela melakukannya' dibandingkan hanya sekadar 'sebuah perintah'.
9. When … then.
'Setelah kamu selesai menggosok gigi, saya akan mulai membacakan cerita'. 'Setelah PR mu selesai, kamu boleh nonton TV'. Kata 'setelah' yang menyatakan bahwa Anda mengharapkan 'kepatuhan', lebih berhasil diterapkan dibandingkan kata 'kalau'. Pemilihan kata ini mengondisikan anak pada suatu pilihan, saat Anda tidak bermaksud memberinya pilihan.
10. Leg first, mouth second.
Daripada berteriak 'Matikan TV, sekarang makan malam!', cobalah untuk berjalan mendekati anak, bergabung dengan keasyikannya nonton TV sebentar,dan setelah itu, saat ada jeda iklan TV, mintalah anak Anda mematikan TV. Berjalan mendekati anak Anda sebelum memintanya melakukan sesuatu memiliki pesan tersirat bahwa Anda serius dengan permintaan Anda. Jika tidak demikian, anak-anak hanya akan menafsirkannya sebagai pilihan belaka.
11. Give choices 'Kamu mau pakai piyama atau gosok gigi dulu?' 'Baju warna merah atau yang biru?'
12. Speak developmentally correctly.
Semakin kecil usia seorang anak, pengarahan Anda seharusnya semakin pendek dan semakin sederhana. Pertimbangkan tingkat pengertian anak Anda. Sebagai contoh, suatu kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua saat bertanya pada anaknya yang masih berusia 3 tahun, 'Kenapa kamu lakukan itu?' Bahkan sebagian besar orang dewasa pun hampir tidak dapat menjawab pertanyaan seperti itu. Cobalah dengan, 'Mari kita bicarakan tentang apa yang baru saja kamu lakukan'.
13. Speak socially correctly
Bahkan anak usia 2 tahun pun dapat belajar mengatakan 'tolong'. Upayakan anak Anda belajar bersikap sopan. Jangan sampai mereka berpikir bahwa 'etika' adalah sebuah 'pilihan'. Berbicaralah kepada anak Anda dengan cara yang Anda inginkan mereka lakukan juga kepada Anda.
14. Speak psychologically correctly.
Kalima pembuka berupa 'ancaman' atau 'menghakimi' cenderung menempatkan anak pada sikap mempertahankan diri. Kata 'kamu' berisi pesan yang membuat seorang anak jadi bungkam. Kata 'saya' berisi pesan yang 'tidak menuduh'. Daripada mengatakan, 'Kamu lebih baik lakukan ini...' atau 'Kamu harus ...', cobalah katakan, 'Saya ingin ...' atau, 'Saya senang sekali kalau kamu ...'. Daripada mengatakan 'Kamu harus membersihkan meja', cobalah katakan, 'Saya butuh kamu untuk membersihkan meja ini'. Sebaliknya, jangan berikan pertanyaan arahan bila tidak ingin mendapatkan jawaban 'tidak'. Contoh: jangan katakan, 'Maukah kamu mengangkat jas mu?', cukup katakan, 'Tolong angkat jas mu.'
15. Write it.
'Mengingatkan' dapat berubah dengan mudah menjadi 'mengomel', khususnya bagi anak-anak pra-remaja yang merasa jika mereka diperintahkan sesuatu akan membuat mereka langsung masuk ke dalam golongan 'budak'. Tanpa mengucapkan 1 kata, Anda dapat berkomunikasi apa saja yang ingin Anda sampaikan. Bicaralah dengan pensil dan notes. Tinggalkan catatan/pesan jenaka untuk anak Anda. Lalu duduklah dan lihatlah apa yang akan terjadi.
16. Talk the child down.
Semakin nyaring anak Anda berteriak, semakin lembut Anda meresponinya. Biarkan anak Anda meluapkan kemarahannya sementara Anda sewaktu-waktu menyela dengan komentar: 'Ok, saya mengerti' atau, ' Boleh saya bantu?' Kadang-kadang hanya dengan memiliki seorang pendengar yang perduli akan meredakan sifat tantrum seorang anak. Jika Anda menghadapinya dengan tingkat kemarahan yang sama dengan anak Anda, Anda harus berhadapan dengan 2 macam tantrum. Jadilah sebagai orang dewasa untuk anak Anda.
17. Settle the listener. Sebelum memberikan perintah, pulihkan lebih dahulu keseimbangan emosi Anda. Jika tidak, Anda hanya akan membuang waktu saja. Tidak ada satupun yang 'mengendap' dalam pikiran seorang anak bila dia sedang berada dalam kondisi emosi yang tidak baik.
18. Replay your message.
Batita butuh diarahkan ribuan kali. Anak-anak di bawah usia 2 tahun masih sulit memahami arahan-arahan Anda. Sebagian besar anak usia 3 tahunan mulai belajar memahami arahan sehingga apa yang Anda bicarakan mulai 'mengendap' dalam pikiran mereka. Cobalah untuk mulai mengurangi 'arahan yang diulang-ulang' saat anak Anda mulai beranjak lebih besar. Anak-anak pra-remaja bahkan menilai 'pengulangan' ini sebagai bentuk 'omelan'.
19. Let your child complete the thought
Daripada mengatakan, 'Jangan sampai barang-barang kotor dan berantakan ini bertumpuk!,' cobalah katakan, 'Matthew, coba pikirkan di mana kamu mau menyimpan peralatan sepak bolamu ini.'. Membiarkan anak memikirkan hal seperti ini cenderung memberikannya sebuah pelajaran yang bertahan lama.
20. Use rhyme rules.
Misal: 'If you hit, you must sit.'. Mintalah anak Anda mengulangi ritme yang semacam ini.
21. Give likable alternatives.
'Kamu nggak bisa pergi sendirian ke taman itu, tapi kamu bisa bermain di lapangan sebelah'
22. Give advance notice.
'Kita akan segera pergi. Bilang 'bye-bye' ke mainanmu, 'bye-bye' ke teman-temanmu.'
23. Open up a closed child.
Hati-hati dalam memilih kalimat yang bertujuan untuk 'membuka' pikiran dan mulut si kecil yang sedang 'tertutup' ini. Tetaplah pada topik-topik yang Anda tahu bisa membuat anak Anda antusias. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban lebih daripada hanya 'ya' atau 'tidak'. Tetaplah pada hal-hal yang spesifik. Daripada mengatakan, 'Apakah kamu senang di sekolah hari ini?', cobalah katakan 'Apa yang paling menyenangkan yang kamu kerjakan hari ini?'
24. Use When you… I feel… because..
Contoh, 'Kalau kamu lari-lari dan jauh dari mama di dalam toko ini, mama akan sangat khawatir karena mungkin saja kamu akan tersesat'
25. Close the discussion.
Jika memang ada hal yang tidak dapat lagi didiskusikan, katakanlah kepada anak Anda. 'Saya tidak akan berubah pikiran tentang masalah ini. Maaf.' Anda akan menghemat 'kelelahan' dan 'air mata' Anda juga anak Anda. Simpan saja nada 'serius' Anda jika diperlukan nanti.
10 Cara Untuk Sentiasa "Bergaduh" Dengan Adil
Perbalahan sentiasa berlaku.Tidak semua di antara kita sebagai manusia akan bersetuju dengan pendapat orang lain setiap masa.Orang lain juga pun takkan sentiasa setuju dengan pendapat kita.Namun demikian,dalam percintaan/perhubungan,perbalahan boleh menjadi terlalu mengikut emosi,sampai ke tahap boleh melukakan hati pasangan.
1) Jangan Bersyarah
Dalam perhubungan yang matang,anda mesti menghormati pasangan anda dan juga diri sendiri sebagai orang dewasa.Bila anda mula bersyarah dengan panjang lebar kepada seseorang itu tentang kesalahannya ,ini boleh mencetuskan perasaan yang amat tidak selesa dalam dirinya.Satu `kuasa' memberontak dan tidak puas hati terhadap anda boleh wujud hasil dari sikap tersebut.Oleh itu,selain dari bersikap "anda adalah betul" dalam situasi seperti ini,adalah lebih baik anda bercakap tentang bagaimana cara untuk membetulkan kesilapan yang telah berlaku.Fokus anda mesti kepada bagaimana untuk menyelesaikan masalah yang timbul dan juga supaya perkara itu tidak berulang lagi.
Dalam perhubungan yang matang,anda mesti menghormati pasangan anda dan juga diri sendiri sebagai orang dewasa.Bila anda mula bersyarah dengan panjang lebar kepada seseorang itu tentang kesalahannya ,ini boleh mencetuskan perasaan yang amat tidak selesa dalam dirinya.Satu `kuasa' memberontak dan tidak puas hati terhadap anda boleh wujud hasil dari sikap tersebut.Oleh itu,selain dari bersikap "anda adalah betul" dalam situasi seperti ini,adalah lebih baik anda bercakap tentang bagaimana cara untuk membetulkan kesilapan yang telah berlaku.Fokus anda mesti kepada bagaimana untuk menyelesaikan masalah yang timbul dan juga supaya perkara itu tidak berulang lagi.
2) Jangan Balas Dendam
Selalunya,bila hati seseorang itu benar-benar disakiti oleh pasangannya,dia juga akan bertindakbalas untuk menyakiti hati pasangannya semula.Biar pasangannya rasa bersalah dan rasa apa yang dia rasa.Kononnya supaya pasangannya "sedar" bahawa kesalahan telah dilakukan.Pada masa itu,tindakan macam ni seolah-olah idea yang bagus,sebenarnya akan memalapkan lagi perhubungan.Jangan bertindak begitu.Bila anda salahkan pasangan anda tentang sesuatu perkara dan cuba buat dia rasa bersalah,anda mengatakan bahawa anda Betul dan dia Salah-hukuman telah dijatuhkan,susah nak selesaikan pergaduhan anda!
3) Jangan Tinggikan Suara
Bila emosi dan kemarahan menguasai diri,adalah sukar untuk mengawal suara lebih-lebih lagi bila pasangan anda sendiri meninggikan suara kepada anda.Walau apa pun,anda mesti ingat,merendahkan nada suara dan bercakap dengan tenang dan tidak menengking amat penting bila berbincang dalam sesuatu konflik.Suasana tenang membolehkan anda dan pasangan mendengar dengan lebih baik apa yang diperkatakan terhadap satu sama lain.Konflik dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan tidak merebak dengan lebih teruk dan merosakkan.
4) Elakkan Terlalu Peribadi dan Sensitif
Masa situasi konflik tengah hangat,janganlah terlalu sangat "terasa",jangan terlalu sensitif atau "take it too personal".Keadaan yang tengah "panas" boleh buat anda terlepas cakap.Oleh itu pastikan anda tidak terlalu sensitif atas segala yang sedang diperkatakan kerana selalunya emosi lebih menguasai keadaan pada waktu ini.Oleh itu,kadangkala ada waktunya perkara betul yang pasangan anda katakan boleh menjadi perkara yang amat sensitif bagi anda dan anda pula boleh terlepas cakap atau sengaja "melepas" cakap tanpa berfikir panjang.
5) Jangan Timbulkan Perkara-perkara Kecil
Bila tengah bergaduh tu,jangan timbulkan perkara-perkara kecil yang langsung tak membantu selesaikan masalah.Perkara-perkara kecil yang dalam 2-3 hari akan datang tu dah boleh lupa contohnya la,tak perlulah diungkit.Fikir sebelum timbulkan benda-benda kecil macam ni sebab ia takkan membantu,membakar semangat marah dan terukkan lagi keadaan tu adalah.Benda-benda kecil ni termasuk la juga perkara yang dah lama terjadi dah...3-4 bulan lepas contohnya-jadi tumpu hanya pada isu yang sedang berlaku.
6) Mendengar Dengan Teliti
Walaupun susah nak dibuat,anda perlu jadi pendengar yang baik dan teliti.Pasangan anda mungkin dengan jelasnya beritahu apa yang anda berdua perlu untuk selesaikan masalah tapi disebabkan anda tak ambil perhatian,tak dengar dengan baik dan teliti,bukan saja cadangan dia anda tak ambil kira,malah anda pula bagi penyelesaian yang takde kena-mengena dan merumitkan keadaan.
7) Fokus Satu Isu Pada Satu Masa
Seperti biasa yang anda mungkin dah banyak kali dengar...fokus!Perkara terbaik yang anda boleh buat ialah kenal pasti apa punca sebenar masalah dalam perhubungan anda sekarang dan cari penyelesaian untuk isu itu sahaja.Bila anda mula bercakap tentang banyak perkara,macam-macam isu, anda mengelirukan keadaan.Selesaikan satu persatu dan bergerak ke punca isu yang lain bila isu pertama selesai.Tentu sekali anda ingin tau apa cerita sebenar yang jadi punca mengeruhkan hubungan anda supaya masalah dapat selesai dengan cepat,jadi pastikan anda fokus!
8) Jangan Serang!
Biasalah,dah terlalu marah sangat,anda pun "naik angin"...bila perkara macam ni berlaku,biasanya anda boleh menyerang peribadi pasangan anda.Sebelum perkara macam ni berlaku,fikir dan sedar bahawa ia TAKKAN membantu malah memburukkan keadaan.Anda ingin selesaikan masalah,bukan nak serang pasangan anda.
9) Mesti Hormat
Perbalahan/pertelingkahan dalam perhubungan boleh menjadikan sesuatu perhubungan itu lebih matang dan lebih rapat malah lebih indah setelah konflik dan isu berakhir dengan baik.Nak jadi macam ni,anda perlu faham perbalahan perlu di lihat dalam konteks "learning experience" atau proses belajar selain melihatnya dari satu sudut saja.Beri perhatian,sabar,tenang,buat "eye contact",tanya soalan yang relevan dan diperlukan dalam masa yang sesuai.Ini adalah antara cara utama untuk menunjukkan sikap hormat kepada pasangan anda.Bersama,dengan sikap seperti ini anda berdua PASTI boleh menyelesaikan segala masalah yang melanda.
10) Jangan Tinggalkan
Satu lagi perkara yang sukar dibuat bila bergaduh ialah berada tetap dalam tempoh konflik itu sedang berlaku,dari mula sampai selesai.Ramai orang bila dah tak tahan,marah sangat,terus tinggalkan pasangan,bermaksud terus keluar dari "medan" konflik atau pertelingkahan sekaligus membiarkan situasi "tergantung" macam tu je.Pasangan pun dia tinggalkan sorang.Okay,walaupun rasa tak boleh tahan sangat,marah ke,"tension" ke,jangan angkat kaki,tinggalkan konflik dan pasangan macam tu je.Bagi tau dia anda perlukan masa sekejap untuk tenangkan fikiran sebentar,mungkin anda pergi duduk tempat lain kejap ke...kemudian pastikan anda datang semula.Ini secara tidak langsung menunjukkan anda seorang yang berkaliber dan dapat mengurus emosi dengan baik tak kiralah anda lelaki atau wanita.
Subscribe to:
Posts (Atom)
